Sekolahku Mencintai Bumi

Sampah plastik menjadi penyumbang atas pemanasan global yang terjadi di muka bumi ini.  Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Jumlah ini sudah sangat banyak dan memprihatinkan. Laut menjadi tercemar, ikan dan biota laut menjadi tidak “nyaman”. Pemanasan global semakin mengancam, perubahan iklim, kekeringan semakin meluas, tanah tercemar, bahkan meluasnya penyakit merupakan dampak yang ditimbulkan sampah.

sampah plastik

Sekolah adalah satu penyumbang sampah plastik yang dihasilkan setiap harinya. Sampah dihasilkan dari bungkus makanan dan bungkus minuman yang setiap hari dikonsumsi warga sekolah. Sampah plastik yang dihasilkan di sebuah sekolah setiap hari saja sudah sangat banyak. Setiap siswa bisa membeli makanan kemasan lebih dari satu setiap kali istirahat, bisa dibayangkan berapa sampah yang dihasilkan jika satu sekolah yang terdiri dari ratusan anak semua menghasilkan sampah plastik.

Mari kita analogikan, jika satu siswa menghasilkan dua sampah plastik maka seratus siswa dalam satu bulan sudah menghasilkan kurang lebih 560 sampah plastik dari bungkus makanan dan minuman. Jika dalam hitungan tahun, maka bisa mencapai ribuan sampah plastik yang akan dihasilkan.

Banyak sekali..

Sampah plastik adalah salah satu sampah yang membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk bisa terurai. Semakin lama sampah semakin menumpuk dan pemanasan global semakin mengancam. Bumi akan marah. Siapa yang akan bertanggung jawab? Kalau tidak dimulai dari diri kita dan dari hal yang sederhana, siapa lagi?

Solusi yang SMP Terpadu Ma’arif Gunungpring pilih untuk mengurangi sampah plastik adalah menggunakan mangkuk dan gelas. Setiap siswa mendapat satu mangkuk dan satu gelas yang akan mereka gunakan saat membeli makanan dan minuman saat istirahat. Setelah digunakan mangkuk dan piring dicuci lalu digunakan kembali pada hari berikutnya. Dengan langkah tersebut maka sampah plastik yang dihasilkan akan berkurang.

Mangkuk dan gelas siswa

Makanan dan minuman
menggunakan mangkuk untuk makan

Sampah plastik bungkus makanan dan minuman akan berkurang. Sampah plastik yang dihasilkan setiap harinya sudah semakin berkurang. Sebelum menggunakan alat makan dan minum ini, setiap siswa yang menyumbang minimal dua sampah plastik setiap harinya sudah tidak lagi menghasilkan sampah plastik tersebut.

Kita belajar berhemat. Tanpa kita sadari penggunaan mangkuk dan gelas mengajak untuk lebih berhemat, cukup satu jenis makanan yang dipilih untuk satu mangkuk. Jika menggunakan plastik bisa dua atau tiga jenis yang siswa-siswa pilih.

Siswa menikmmati makanan

Kita sadar bumi ini harus dijaga agar anak cucu kita bisa menikmati bumi yang sehat. Dengan menggunakan mangkuk dan gelas maka sampah plastik berkurang. Sekolah menjadi lebih bersih dari sampah plastik. Berarti kita sudah semakin mencintai bumi ini.

-Satgas Adiwiyata-