Peringatan Harlah NU ke-95 SMP Terpadu Ma'arif Gunungpring


Peringatan Hari Lahir Nahdatul Ulama kali ini masih dalam masa pandemi. Hal ini ternyata tidak mengurangi semangat di SMP Terpadu Ma’arif Gunungpring memperingati Harlah NU tahun ini. Meskipun dalam keadaan terbatas karena masih masa pandemi, acara tetap berjalan dengan lancar dan tidak mengurangi esensi dari peringatan kali ini.


Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat Ahlu Sunah Wal Jamaah dan meneladani Aulia NU.

Peringatan Harlah NU pada kali ini tidak bisa dihadiri oleh siswa-siswa SMP Tema, mengingat masih dalam masa pandemi. Akan tetapi, siswa-siswa menyaksikan secara langsung melalui youtube SMP Tema.

Live youtube peringatan Harlah NU


Kegiatan diawali dengan ziarah ke Makam Gunungpring dan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Bapak Habibulloh.

ziarah di Makam Gunungpring

Pada kesempatan ini, Bapak Muhamat Ihwan, S.Pd., selalu kepala sekolah, mengajak untuk selalu meneladani sikap ulama-ulama NU dan kita harus mengambil hikmah dari ulama-ulama NU.


Acara berikutnya adalah Mujahadah bersama di Masjid SMP Tema yang dipimpin oleh Bapak H. Muhammad Nurdin Syafi’i, S.Ag., M.Si.

Mujahadah


“Peringatan Harlah NU ada yang dilaksanakan pada 31 Januari ke-95 dan 16 Rajab ke-98, yang merupakan anugrah dari Allah. Perjalanan NU sudah sangat panjang hampir 1 abad. Melalui sebuah perjuangan yang panjang melalui riadhoh, istikharah, dan mujahadah para Aulia NU. Semoga kita bisa meneladani perjuangan yang dilakukan para pendahulu,” penjelasan kepala sekolah dalam sambutan peringatan Harlah NU.

Sambutan Kepala Sekolah


Pada peringatan Harlah NU kali ini mengundang beberapa sesepuh NU yang telah berjasa dalam perjalanan sekolah. Beliau-beliau memberikan refleksi yang menumbuhkan kembali semangat-semangat generasi muda.


Refleksi dari Bapak M. Ridwan ketua PC NU Kabupaten Magelang. Beliau menyampaiakan semboyan pengurus NU, belajar, berjuang, dan militan.

Refleksi oleh Bapak M. Ridwan


Refleksi dari Bapak Zainal Mustofa, SMP Tema didirikan oleh sesepuh-sesepuh NU di Muntilan.
Siapa punya ilmu, berjuanglah dengan ilmu, siapa punya harta berjuanglah dengan hartanya, siapa punya tenaga berjuanglah dengan tenaganya.
Kurikulum, konsep yang sekarang sudah berbeda dengan konsep awal. Semoga SMP
Terpadu Ma’arif tetap bisa melayani masyarakat melalui pendidikan dan tetap mengikuti ajaran para ulama-ulama NU.

Refleksi oleh Bapak Zainal Mustofa

Guru SMP harus ikhlas berjuang di NU, Ilmin yantafa’u bih (ilmu yang bermanfaat dan dimanfaatkan)

Acara peringatan Harlah NU kali ini ditutup dengan doa oleh Bapak Nihayatu Zain, dengan harapan pendidikan di Ma’arif khususnya di SMP Tema semakin maju dan semakin baik.

Doa penutup

“Khidmat NU: Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan”

Harlah NU SMP Tema

Oleh: Mubrik Istianah, S. Pd. I.