Di antara tanda-tanda orang yang bertakwa ialah: Orang yang mau menghormati kepada hari lahirnya Kanjeng Nabi Muhammad saw. Beberapa waktu yang lalu kita memperingati hari lahirnya Kanjeng Nabi Muhammmad saw. Hal ini sudah menjadi kebiasaan di berbagai tempat, termasuk kita juga memperingatinya. Salah satu kegiatan yang sering kita jumpai di lingkungan kita ialah dengan mengadakan bacaan solawat al-barzanji, seperti yang pernah kita laksanakan di sekolah tercinta, SMP Tema Gunungpring.

Di tempat lain, ada yang membaca Maulid dziba’, simtudduror dan sebagainya. Semua itu semata-mata menunjukkan rasa cinta, mahabbah kepada junjungan Nabi kita Muhammad saw. Salah satu cara mencintai Beliau selain membaca maulid adalah dengan mempelajari sejarah hidupnya.

Suatu saat beliau ditanya,”Perbuatan apakah yang baik dalam Islam?”

Dijawab: “Sudi memberi makan dan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak kau kenal”.

Dalam Tarikh Nabi saw diriwayatkan, Ketika Beliau berkhotbah (yang pertama) di Yatsrib atau yang kemudian disebut kota Madinah, Beliau bersabda: “Barangsiapa yang dapat melindungi wajahnya dari api neraka sekalipun hanya dengan sebutir kurma, lakukanlah itu. Kalaupun itu tidak ada (tidak punya), maka dengan kata-kata yang baik. Sebab dengan itu, kebaikan itu mendapat balasan sepuluh kali lipat”.

Dalam sebuah hadis yang lainnya disebutkan (yang artinya): “Barangsiapa orang yang mau mengagungkan hari lahirku (Nabi Muhammad saw) Pasti aku akan memberi syafa’at kepadanya, besok di hari kiamat. Dan barangsiapa orang yang menginfaqkan/mendermakan satu dirham pada waktu peringatan hari lahirku, seakan-akan dia sudah menginfaqkan sebuah gunung pada jalan Allah”.

Dari dua Riwayat hadis di atas dapat diambil kesimpulan bahwa orang yang mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad saw akan mendapatkan syafaatnya dan orang yang bersedekah pada masa-masa peringatan Maulid Nabi akan dilipat gandakan pahalanya.

Ketika Nabi saw Khotbah (yang ke dua) di Madinah kala itu, diriwayatkan bahwa : Beliau mengingatkan larangan mempersekutukan Allah swt, juga perintah untuk saling menyayangi sesama muslim.

Pada lain kesempatan, Beliau bersabda yang artinya: “Orang mukmin itu akrab dan Bersatu. Tidak ada kebaikan pada orang yang tidak Bersatu dan akrab”. (HR.Ahmad, ath-Thabrani dan al-Hakim).

Begitu pentingnya bersaudara sesama orang mukmin dan muslim, juga menjaga kerukunan dan persaudaraan dalam masyarakat, sampai-sampai Rasulullah dalam banyak hadisnya mengingatkan hal itu.

Mari terus kita menjaga persaudaraan, seluruh keluarga besar SMP Tema dan semua umat Islam di manapun berada.

Muntilan, 27 Desember 2020
M. Nurdin Syafi’i
Guru Aswaja SMP Tema Gunungpring