Seringkali dikeluhkan sudah belajar tapi nilainya masih kurang bagus bahkan belajar merasa tidak enjoy karena sulitnya memahami materi. Lantas apa masalahnya ?

Hal yang demikian bukan berarti karena tidak pintar atau tidak cerdas. Semua anak cerdas pada bidangnya masing-masing dan semua anak bisa menjadi pintar apabila tekun belajar, pantang menyerah, dan mengenali gaya belajarnya. Anak-anak yang selama ini sudah belajar namun hasilnya belum maksimal atau masih kurang, bisa jadi karena belum mengenali gaya belajarnya.

Metode belajar yang diterapkan selama ini tidak diubah meskipun nilai yang diperoleh masih kurang bagus, sehingga apabila diterapkan terus-menerus maka hasilnya juga sama. Untuk itu para siswa perlu mengenali gaya belajarnnya agar dalam belajar lebih enjoy dan mudah memahami. Dikutip dari buku bimbingan klasikal (Barus Gendon, 2016) Gaya belajar atau Learning Style sering dartikan sebagai karakteristik dan preferensi atau pilihan individu mengenai cara mengumpulkan informasi, menafsirkan, mengorganisasi, merespons, dan mengolah informasi tersebut.

Ada 3 macam gaya belajar yaitu

  1. Gaya Belajar Visual merupakan gaya belajar yang lebih banyak menggunakan indra mata sebagai alat untuk menyerap informasi.
  2. Gaya Belajar Auditorial merupakan gaya belajar yang banyak menggunakan indra telinga sebagai alat untuk menyerap informasi yang masuk.
  3. Gaya Belajar Kinestetik meupakan gaya belajar yang lebih menekankan praktik langsung atas apa yang dipelajari.

Ciri-ciri gaya belajar Visual, Auditorial, dan Kinestetik :

  1. Gaya Belajar Visual ciri-cirinya yaitu rapi dan teratur, berbicara dengan cepat, tidak mudah terganggu keributan, mudah mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar, pembaca cepat dan tekun, lebih suka membaca dari pada dibacakan, rapi, teratur, teliti, dan perencana yang baik,.
  2. Gaya Belajar Auditorial ciri-cirinya yaitu suka berbicara sendiri waktu belajar, mudah terganggu keributan, kesulitan menulis tapi hebat dalam bercerita, dapat mengingat dengan baik apa yang dipelajari dari diskusi.
  3. Gaya Belajar Kinestetik ciri-cirinya yaitu bicara dengan pelan, banyak bergerak, menghafal dengan berjalan bolak-balik, ketika bicara banyak menggunakan isyarat tubuh, menggunakan jari sebagai penunjuk ketika sedang membaca.

Selanjutnya bagaimanakah cara belajar dengan tipe Visual, Auditorial, dan Kinestetik? 

  1. Cara belajar tipe Visual yaitu belajar dengan gambar-gambar, belajar dengan membuat coretan atau simbol, belajar dengan menggunakan video.
  2. Cara belajar tipe Auditorial yaitu membaca dengan suara, menulis ulang yang dipelajari dan dengan diskusi.
  3. Cara belajar tipe Kinestetik yaitu melakukan praktik, mengamati contoh konkret dengan permainan atau aktivitas di lapangan, menggunakan model, dan gerak ketika dalam belajar.

Gaya belajar merupakan kunci untuk mengembangkan diri dalam belajar sehingga memudahkan dalam menyerap dan mengolah informasi. Dengan mengenali gaya belajar menjadikan belajar lebih mudah dan menyenangkan. Ubahlah gaya belajar kalian apabila selama ini hasil yang didapatkan masih kurang, namun apabila hasilnya sudah bagus dan kalian enjoy artinya sudah menemukan gaya belajar yang cocok.

Belajar dan teruslah belajar untuk menggapai kesuksesan !

 

Asri Handayani, S.Psi

 

Sumber referensi

Barus Gendon. 2016. Bimbingan Klasikal Nuansa Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.